GURU SEJATI
Nama: jet pelin Kasiba bangun
Nim: 1805030176
Kelas: 2A32
Guru merupakan salah satu faktor strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan karena gurulah yang meletakkan dan mempersiapkan dasar perkembangan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa. Untuk melaksanakan itu, tentu diperlukan guru yang memiliki profesionalisme tinggi. OrangOrang yang profesional adalah orang yang mampu melaksanakan tugas jabatannya secara mumpuni, baik secara konseptual maupun aplikatif. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kemampuan mumpuni dalam melaksanakan tugas jabatan guru. profesionalisme identik dengan sifat dan perilaku seseorang yang berkompeten, berpendidikan, berdedikasi, bertanggung jawab, jujur, dan loyal pada pekerjaannya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), profesionalisme adalah ‘mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional’. Dengan demikian, profesionalisme guru adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk dari seorang guru yang profesional.
1.Guru sebagai jabatan profesional
Guru yang profesional adalah guru pendidik yang tugasnya mendidik, mengajar,membingbing,mengarahkan,melatih menilai dan mengevaluasi peserta di sekolah.tugasnya memerlukan keahlian,kemahiran, kecakapan yang memerlukan standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
2.Mengajar sebagai pekerjaan Profesional
Mengajar sebagai guru profesional merupakan tugas utama dari seorang guru karena mengajar bukanlah hanya menyampaikan materi pelajaran saja,akan tetapi merupakan pekerjaan.oleh sebab itu menjadi seorang guru yang profesional diperlukan latar belakang yang sesuai,yaitu latar belakang kependidikan keguruan.maka dari itu tanggung jawab dan tugas seorang guru harus memiliki keahlian yang jelas, yaitu mengantarkan siswa ke arah yang diinginkan dan membingbing menjadi manusia yang unggul
3.kompetensi profesional Guru
Kompetensi profesional Guru Adalah kemampuan seseorang Guru dalam mengelolah proses belajar mengajar.kemampuan mengelolah pembelajaran didukung oleh pengelolaan kelas.penguasaan materi belajar,strategi mengajar dan penggunaan media belajar.
Kompetensi pedagogik berkaitan erat dengan kemampuan guru dalam memahami proses pembelajaran.pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas bersifat dinamis .ini dapat terjadi karena komunikasi atau interaksi antara guru dan siswa.
Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai pendidik untuk berkomunikasi dan berinteraksi yang baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.hal ini dapat dilihat antara guru dan siswa.
Kepribadian adalah guru harus bisa memberikan contoh yang baik dan bersikap baik. Guru yang patut di tiru adalah guru yang mampu memberikan filosofi atau gambaran yang menunjukkan kepribadian.Hal ini bermanfaat bagi kelangsungan hidup siswa di sekolah
Menjadi guru sejati guru harus bisa:
A. Guru adalah Teladan
Tidak hanya guru TK dan SD saja yang diteladani oleh siswanya, tetapi semua yang namanya guru, termasuk guru SMP dan SMA. Ini penting untuk ditegaskan karena sebagian orang menyangka keteladanan hanya pada satuan pendidikan TK dan SD saja. Memang benar penanaman etika dan kebiasaan siswa ada pada jenjang TK dan SD, namun tidak berarti setelah itu siswa dibiarkan tanpa ada teladan mereka. Guru hanya sebagai pelatih atau instruktur saja yang tidak menghiraukan pola sikap serta prilaku anak didiknya. Guru adalah profesi yang harus paripurna, ilmu dan etik. Pelatih pada umumnya hanya pada tataran teoritis dan retorika serta mengobrol. Pelatih olahraga misalnya, lebih banyak di antara mereka akan kalah jika ditandingkan dengan anak asuhannya. Lain halnya dengan guru, apapun yang dikatakannnya untuk dilakukan oleh siswa, guru terlebih dahulu harus mampu melakukan. Guru harus lebih paham siswanya tentang materi ajar yang benarnya. Guru harus tidak merokok saat melarang siswa merokok. Guru harus rajin membaca menyuruh jika dan mengharapkan siswanya menjadi “kutu buku”. Guru tidak bergerak pada tataran teoritis dan retorika belaka. Guru sejatinya menjadi teladan bagi siswa-siswanya. Oleh karena itu, guru tidak terhubung mentarsnformasi ilmu kepada siswa, tetapi juga etika dan teladan.
Guru semestinya tidak berlindung pada kondisi-kondisi lain yang dikirim dari catatan bahwa dia adalah teladan bagi siswanya. Alasan lingkungan yang semakin tidak terkendali, siswa yang sudah cukup usia untuk menentukan prilakunya sendiri, orang tua yang kurang memerhatikan anaknya, kurikulum yang kurang baik, dan lain sebagainya adalah beberapa alasan guru yang tidak bertanggung jawab jika siswanya kurang “beretika”. Memang benar, bahwa semuanya itu turut andil terhadap 'bobroknya ”prilaku siswa. Namun, sebagai guru sejati haruslah terlebih dahulu terlebih dahulu menunjuk diri sendiri sebelum “mengambinghitamkan” yang lainnya. Apakah dengan beberapa alasan itu, sebagai guru telah berusaha untuk mencarikan solusinya? Atau hanya dijadikan tameng untuk tetap berada pada zona nyaman yakni hanya terhubung dengan kewajiban belaka yakni mengajar.
B. Guru Sejatinya
Tak dapat disangkal, perhatian masyarakat (orangtua) terhadap profesi guru semakin besar. Bukan karena guru teramat pentingnya, namun mereka semua pola tingkah guru. Sedikit saja prilaku guru yang menurut mereka kurang baik, maka akan menjadi pembicaraan sampai pada cercaan. Banyak kasus telah menjadi berita umum yang berkaitan dengan prilaku guru. Hal inilah yang menjadi penjelasan nyata terhadap profesi guru sebagai teladan. Ekspektasi masyarakat akan bersihnya guru dari prilaku tercela, sangat tinggi. Di sisi lain, sebagian guru telah meninggalkan filosofi guru yakni digugu dan ditiru.
Sejatinya guru adalah menjadi guru sejati. Bersatunya antara pikir dan zikir, antara ilmu dan amal, antara iptek dan imtaq, antara ilmuwan dan agamawan, dan lain yang sejenis. Guru tidak memberikan penjelasan penjelasan terhadap materi ajar dan selesai. Guru sejatinya mengikuti mengikuti penjelasan materi tersebut dengan jalan tes teknik atau metode lain jika siswa kurang memahaminya. Selain itu, guru sejatinya juga tetap memerhatikan prilaku siswa dengan memberikan wejangan dan arahan menjadi siswa yang baik, meskipun guru tersebut sedang mengajar materi ilmiah. Yang terpenting dari semua itu adalah guru sejatinya adalah dapat dijadikan teladan oleh para siswanya.
Terlena dengan zona nyaman yang membuat guru menjadi guru apa adanya, yang disebabkan faktor-faktor di luar guru tentu tidak dapat diterima. Guru harus berusaha untuk menjadi guru sejati. Guru yang setiap saat punya jawaban terhadap permasalahan di lapangan. Guru yang mampu menjadi penyeimbang kondisi yang semakin sulit untuk jauh dari pengaruh lingkungan negatif. Usaha dan kreativitas untuk menjadi guru sejati dan pantas menjadi teladan bagi siswa, desain yang utama. Guru sejati tidak akan pernah kalah oleh kegagalan dan akan terus berusaha. Ingatlah, bahwa guru yang selalu diingat oleh siswanya, guru yang pintar, namun guru yang menjadi teladan serta inspirasi para siswanya.
Kesimpulannya
Guru merupakan salah satu faktor strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan karena gurulah yang meletakkan dan mempersiapkan dasar perkembangan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa. Untuk melaksanakan itu, tentu diperlukan guru yang memiliki profesionalisme tinggi. OrangOrang yang profesional adalah orang yang mampu melaksanakan tugas jabatannya secara mumpuni, baik secara konseptual maupun aplikatif. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kemampuan mumpuni dalam melaksanakan tugas jabatan guru. profesionalisme identik dengan sifat dan perilaku seseorang yang berkompeten, berpendidikan, berdedikasi, bertanggung jawab, jujur, dan loyal pada pekerjaannya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), profesionalisme adalah ‘mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional’.
Saran
Guru yang sejati harus mampu berperan dalam peserta didik serta mampu menjadi contoh atau teladan bagi peserta didik mampu menguasai kepercayaan diri peserta didik, bersikap jujur, dan mampu memperbaiki akhlak peserta didik.
Sumber
https://www.radarcirebon.com/2014/11/24/menjadi-guru-sejati/
Komentar
Posting Komentar